24 September 2019
Cut Annisa bertanya :

Dok, apakah scaling gigi harus dilakukan rutin? dan yang dianjurkan tiap berapa lama sekali?

drg. Benedict Natanael Sunarja menjawab:

Alo, Cut Annisa

Scalling gigi adalah prosedur yang dilakukan untuk membersihkan gigi. Scalling sendiri dilakukan untuk membersihkan karang gigi dan tumpukan plak yang memiliki sifat yang keras dan menempel pada gigi. Plak yang kondisinya cukup keras ini bisa melapisi gigi dengan lapisan berwarna kuning cokelat hingga hitam. Alat untuk membersihkan karang gigi ini disebut dengan scaller sehingga perawatannya dinamakan dengan scalling.

Scalling sendiri disarankan untuk dilakukan tiap 6 bulan sekali atau 2 kali selama setahun. Dengan melakukan scalling gigi, gigi akan terhindar dari masalah-masalah seperti kerusakan gigi yang mengganggu seperti gingivitis dan periodontitis, dua macam penyakit gigi yang dapat membuat gusi menjadi mudah berdarah dan gigi kehilangan perlekatannya.

Dari scalling ini, kita dapat mendapatkan beberapa keuntungan seperti

  1. Mencegah gigi rusak akibat kalkulus yang menempel pada bagian enamel yang mengandung bakteri.
  2. Mencegah gingivitis atau bengkak pada bagian gusi
  3. Mencegah perubahan warna gigi akibat akumulasi dari sisa makanan.
  4. Mencegah bau mulut

Untuk mencegah terjadinya karang gigi maka dapat ditunjang dengan penggunaan pasta gigi yang mengandung bahan aktif herbal seperti teh hijau, daun sirih, yang dapat melawan bakteri dan menghilangkan bau yang tak sedap.

Semoga bermanfaat

"Gigi kuat adalah awal untuk bangsa yang kuat."


23 September 2019
Mario bertanya :

Dok, kalau gigi patah sebagian apakah harus dicabut?

drg. Benedict Natanael Sunarja menjawab:

Selamat Siang Mario

Gigi adalah organ dari tubuh manusia yang cukup tangguh dan keras, namun bukan hal yang mustahil apabila gigi juga bisa patah. Gigi patah atau fraktur tentunya merupakan hal yang sangat mengganggu.

Gigi patah dapat disebabkan oleh berbagai macam hal seperti

  1. Terbentur saat jatuh seperti kecelakaan,
  2. Saat memakan makanan yang keras,
  3. Cedera saat olahraga,
  4. Disebabkan karena karies gigi. Karies gigi sendiri adalah kerusakan gigi yang menyebabkan terkikisnya mineral di dalam gigi sehingga timbul lubang. Apabila lubang sudah semakin dalam maka dapat menyebabkan gigi patah.
  5. Pada pasien yang telah dilakukan perawatan seperti ditambal, sudah pernah menjalani perawatan root canal namun memiliki kebiasaan menggermetakkan gigi, tentunya dapat membuat tekanan meningkat dan membuat gigi patah.

Gigi patah sendiri dapat diklasifikasikan dalam beberapa kategori seperti pada hanya pada mahkota, ataupun patah sampai ke bagian syaraf gigi atau patah sampai bagian akar. Apabila gigi yang patah hanya sampai pada bagian mahkota maka masih dapat dilakukan penambalan gigi, apabila patah dari bagian mahkota sampai ke bagian syaraf gigi maka bisa dilakukan perawatan akar gigi. Dan jika patahan gigi tersebut hingga kebagian akar gigi pertama yang harus dilakukan adalah rontgen dental untuk mengetahui sampai mana patahan tersebut, jika tidak dapat dilakukan penambalan dan perawatan akar gigi maka cara terakhir yang mungkin dilakukan adalah pencabutan gigi. Untuk mengetahui keadaan gigi anda ataupun perawatan apa yang harus dilakukan mungkin anda dapat mengunjungi dokter gigi terdekat.

Berikut adalah cara mencegah gigi agar tidak gampang patah

  1. Hindari risiko terkena cedera pada bagian kepala dan wajah.
  2. Gunakan face shield atau gum protector saat berolahraga yang mempunyai risiko tinggi terkena benturan.
  3. Hindari makan yang cukup keras.
  4. Rajin merawat kebersihan gigi.
  5. Menggosok gigi dengan pasta gigi yang memiliki kemampuan untuk menjaga kekuatan enamel gigi dengan bahan aktif seperti double fluoride dan natural calcium.
  6. Sikat gigi dengan sikat yang memiliki bulu yang halus dan pegangan yang lebih flexible.

Semoga bisa membantu Anda

"Gigi kuat adalah awal untuk bangsa yang kuat."


23 September 2019
Genia bertanya :

Gigi aku luka. Hehe

drg. Benedict Natanael Sunarja menjawab:

Selamat Sore Genia, terima kasih atas pertanyaannya.

Istilah gigi luka sebenarnya masih kurang spesifik dan sebenarnya bisa berupa beberapa macam kondisi berikut yaitu:

  1. trauma yang mengakibatkan gigi patah baik sebagian atau seluruhnya,
  2. infeksi pada gusi yang mengakibatkan pembengkakan, bisa berasal dari gigi yang bolong atau caries gigi atau pasca tindakan bedah gigi dan mulut tertentu.
  3. Bisa juga akibat kekurangan salah satu vitamin, yaitu vitamin C yang mengakibatkan sariawan.

Jika yang Anda maksudkan adalah luka pada gigi karena trauma, maka sebaikya segera diperiksakan ke Dokter gigi ya, karena mungkin perlu dilakukan tindakan tertentu untuk menghentikan perdarahan, mencegah infeksi dan mengembalikan fungsi dari gigi tersebut. Sementara jika yang dimaksud adalah bengkak pada gusi, maka berikut yang bisa Anda lakukan terlebih dahulu sebelum konsul ke dokter gigi:

  1. berkumurlah dengan air hangat -penuhi kebutuhan cairan tiap hari, agar kondisi mulut juga tidak kering
  2. penuhi kebutuhan vitamin C, yang mudah adalah dengan rutin mengkonsumsi buah, atau jika kurang bisa dipenuhi dengan suplemen.
  3. tingkatkan hygiene/kebersihan mulut dengan minimal menyikat gigi 2x sehari, dan jika gusi Anda memang sedang sakit, gunakan sikat gigi dengan bulu sikat yang halus.

Sekian informasi yang bisa Saya berikan, semoga berguna

"Gigi kuat adalah awal untuk bangsa yang kuat."


23 September 2019
puri bertanya :

benarkah kalo mulut bisa jadi awal berbagai macam penyakit?

drg. Benedict Natanael Sunarja menjawab:

Selamat Siang puri

Benar adanya bahwa mulut bisa menjadi sumber dari berbagai macam penyakit. Penyakit yang timbul di tubuh kita dapat disebabkan oleh fokal infeksi di rongga mulut. Fokal infeksi sendiri adalah bakteri atau produk metabolisme tubuh kita yang masuk ke dalam sistem aliran darah kita yang akhirnya bersarang di organ tertentu. Masuknya infeksi ini bisa dari gigi yang berlubang atau pun dari gusi yang terbuka yang langsung masuk ke dalam darah. Penyakit yang mungkin timbul bermacam - macam seperti penyakit pada jantung, diabetes, penyakit peradangan tulang, bentol-bentol dan lainnya.

Oleh karena itu apabila kita sudah merasakan ada hal yang ganjil di dalam rongga mulut kita, seperti karang gigi yang mulai bertumpuk, atau bahkan sampai gigi berlubang, kita bisa langsung cek ke dokter gigi untuk perawatan lebih lanjut.

Jangan lupa rajin-rajin menjaga kebersihan daerah gigi dan mulut dengan rajin menyikat gigi minimal 2 kali sehari. Anda bisa pilih dengan pasta gigi yang diformulasikan khusus untuk melindungi gigi dari bakteri penyebab gigi berlubang.

Semoga bisa membantu Anda

"Gigi kuat adalah awal untuk bangsa yang kuat."


23 September 2019
Aurel bertanya :

Dok, kalau gigi bungsu perlu di cabut gak? Sekarang saya umur 25 tahun, dan sepertinya gigi bungsu saya bagian kanan atas sedang tumbuh.

drg. Benedict Natanael Sunarja menjawab:

Selamat Siang Aurel

Gigi bungsu adalah gigi yang terakhir tumbuh yang ada di rongga mulut kita, periode tumbuhnya mulai dari usia 17 tahun - 24 tahun. Masalah yang biasanya terjadi adalah karena keterbatasan ruang dari tempat gigi bungsu ini yang menyebabkan gigi menjadi terhimpit dan susah keluar. PAda akhirnya kondisi ini menyebabkan perasaan yang tidak nyaman.

Perlu dicabut atau tidaknya, tergantung dari berbagai macam hal seperti

  1. Ruang gusi yang mencukupi atau tidak,
  2. Kemiringan dari gigi bungsu tersebut,
  3. Lebar gigi bungsu tersebut, posisi dari gigi bungsu tersebut dan
  4. Apabila gigi bungsu ini sulit untuk dibersihkan dan menjadi tempat menimbunnya plak.

Ada baiknya apabila ingin mencabut gigi bungsu dilakukan dulu foto rontgen gigi untuk melihat bagaimana posisi dari gigi bungsu tersebut dan apakah perlu dicabut atau tidak. Serta konsultasikan dengan dokter gigi terdekat di tempat Anda :)

Semoga bisa membantu Anda

"Gigi kuat adalah awal untuk bangsa yang kuat."


23 September 2019
Ari Rochayanti bertanya :

Saya sedang hamil 36weeks,gigi saya sering nyeri dan ternyata berlubang.Sudah gosok gigi sesuai aturan tapi gak sembuh juga.Apakah boleh ibu hamil cabut gigi?

drg. Benedict Natanael Sunarja menjawab:

Selamat Siang Ari Rochayanti, terima kasih atas pertanyaannya.

Gigi yang nyeri atau berlubang dapat disebakan oleh karena gigi kita mengalami pengikisan di bagian email gigi atau bagian terluar dari gigi. Apabila sudah terjadi demikian dan mengenai bagian dentin, biasanya gigi lebih menjadi sensitif terhadap rangsangan makanan manis, atau ketika mengkonsumsi air dingin atau air panas.

Cara menyikat gigi yang benar dimulai dari

  1. Pemilihan pasta gigi yang tepat
  2. Pemilihan bulu sikat yang lembut tidak terlalu keras
  3. Cara menyikat gigi yang benar seperti cara memegang sikat dengan sudut 45 derajat
  4. Teknik menyikat gigi dengan gerakan memutar pada gigi - gigi paling belakang dan teknik vertikal pada bagian depan dan dalam gigi untuk mencegah plak menempel pada bagian tersebut.
  5. Menyikat lidah
  6. Menggunakan floss atau benang gigi
  7. Menggunakan obat kumur

Untuk Ibu hamil, paling penting untuk dilakukan adalah cek ke dokter gigi untuk mengetahui apakah gigi berlubang tersebut sudah merupakan indikasi untuk pencabutan atau belum, apabila lubang masih kecil dan dapat ditambal ada baiknya untuk melakukan penambalan terlebih dahulu, tidak langsung mencabutnya.

Sekian informasi yang bisa Saya berikan, semoga berguna

"Gigi kuat adalah awal untuk bangsa yang kuat."


23 September 2019
genia bertanya :

Halo Dokter, Saya Genia, umur 24 tahun. Saya sering mengalami gigi ngilu dan nyut-nyutan dibagian kepala. biasanya saya suka seperti ini setelah memakan yang manis-manis. Menurut dokter gimana ya dok? terimakasih dokter

drg. Benedict Natanael Sunarja menjawab:

Selamat Siang genia

Gigi ngilu atau nyut - nyutan biasanya disebabkan oleh karena gigi kita mengalami pengikisan di bagian email gigi atau bagian terluar dari gigi. Apabila sudah terjadi demikian dan mengenai bagian dentin, biasanya gigi lebih menjadi sensitif terhadap rangsangan makanan manis, atau ketika mengkonsumsi air dingin atau air panas.

Beberapa faktor lain yang bisa menyebabkan gigi ngilu yaitu:

  • Gigi yang berlubang, yang terkena karies (pencegahan karies)
  • Nyeri akibat dari gigi yang fraktur atau retak
  • Sehabis perawatan gigi seperti pemutihan gigi
  • Cara menyikat gigi yang salah seperti menyikat gigi yang terlalu kencang
  • Kebiasaan yang salah saat tidur, seperti menggertakan gigi
  • Infeksi gigi pada bagian pulpa
  • Radang pada bagian penyangga gigi seperti gusi

Untuk pencegahan gigi ngilu dapat dilakukan tindakan seperti

  1. Menggunakan bulu sikat yang tidak keras atau halus
  2. Rajin menjaga kebersihan mulut
  3. Hindari mengkonsumsi makanan yang dapat meningkatkan kadar sensitifitas gigi
  4. Konsultasi dengan dokter gigi apakah perlu dilakukan perawatan gigi seperti penambalan gigi

Semoga bisa membantu Anda

"Gigi kuat adalah awal untuk bangsa yang kuat."


23 September 2019
Novita Utami bertanya :

Halo, kalo boleh tau apa obatnya orang yang lagi sakit gigi biar cepat sembuh dan tidak kambuh lagi....

drg. Benedict Natanael Sunarja menjawab:

Alo, Novita Utami

Sakit gigi terjadi ketika bagian dari gigi yang mengandung pembuluh darah dan saraf yang sensitif mengalami peradangan. Proses peradangan ini dapat disebabkan oleh banyak faktor, yang paling sering adalah infeksi, penyusutan gusi, gigi retak, gigi berlubang, gigi terjepit gigi lain saat tumbuh, dan tambalan gigi yang mengalami kerusakan. Untuk mengetahui obat sakit gigi yang dapat menyembuhkan dan mencegah kambuh, ini akan tergantung dari penyebabnya. Sebaiknya anda berkonsultasi dengan dokter gigi agar dapat dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dan diberikan penanganan yang tepat dengan obat-obatan tertentu, penambalan, pencabutan, atau perawatan kanal akar gigi. Sebenarnya, obat sakit gigi saja tidak akan bisa menyembuhkan sakit gigi secara tuntas, tetapi sifatnya hanya sementara saja, oleh kerana itu penting dilakukan pemeriksaan dan tindakan oleh Dokter gigi ya.....

Untuk membantu mengurangi dan sakit gigi sementara menunggu ke dokter gigi, Anda dapat melakukan beberapa langkah di bawah ini:

  1. Berkumur dengan air hangat, air garam, atau dengan larutan kumur antiseptik
  2. Bersihkan gigi dengan sikat gigi yang memiliki bulu-bulu yang halus dan pegangan yang flexibel sehingga risiko mencederai gusi lebih kecil.
  3. Hindari memberikan atau menaburkan obat pereda nyeri secara langsung pada gigi yang sakit
  4. Konsumsi obat pereda nyeri seperti paracetamol untuk membantu mengurani gejala nyeri
  5. Sementara hindari dulu konsumsi manis dan makanan yang bertekstur keras/alot.

Semoga bermanfaat

"Gigi kuat adalah awal untuk bangsa yang kuat."


23 September 2019
Nining Yuliastuti bertanya :

Dok, bagaimana cara agar anak usia 2 tahun rajin gosok gigi?

drg. Benedict Natanael Sunarja menjawab:

Selamat Siang Nining Yuliastuti

Cara yang tepat adalah dengan pengenalan terlebih dahulu terhadap anak dimulai dari sebelum giginya tumbuh sampai 4 giginya tumbuh. Cara awal yang dapat diberikan adalah dengan menyeka gigi dan gusi dengan lap setelah menyusui dengan gerakan memutar pada bagian gigi dan gusi secara lembut. Lalu sampai periode dimana 4 gigi tumbuh baru dapat dilakukan sikat gigi. Rekomendasi ahli kesehatan memang menyarankan agar anak dibiasakan untuk menyikat gigi di usia 2 - 3 tahun.

Cara yang dapat dilakukan adalah

  1. Pengenalan sikat gigi kepada anak, dengan memilih bulu sikat yang lembut dan lebar bulu sikat yang kecil,
  2. Pilih pasta gigi yang mengandung fluoride agar gigi anak tetap kuat.
  3. Dilanjutan dengan teknik penyikatan yang berfokus pada bagian gigi dan gusi dengan gerakan melingkar secara lembut,
  4. Setelahnya bantu si kecil untuk meludahkan pasta gigi yang masih tertinggal di dalam dan usahakan aga pasta gigi tidak tertelan.

Lakukan kegiatan rutinitas untuk menyikat gigi minimal 2 kali sehari dengan ditemani oleh orang tua atau orang dewasa lainnya, sehingga Anak ikut termotivasi dan terbiasa karena melihat dan mencontoh. Anda juga bisa membuat kegiatan menyikat gigi menjadi suatu aktivitas yang menyenangkan untuk Anak dengan membuatnya menjadi permainan tertentu, atau dengan menggunakan sikat gigi dengan motif yang beragam dan lucu serta pasta gigi dengan berbagai rasa yang disukai Anak.

Semoga bisa membantu Anda

"Gigi kuat adalah awal untuk bangsa yang kuat."


18 September 2019
Nabila bertanya :

Gigi aku berlubang, dan sekarang sudah ditambal, tapi bentuknya jadi ngga rapih karena lubangnya waktu itu sudah terlalu dalam dan hampir menyentuh saraf. Kira-kira kalau tambalannya habis, apakah lama2 sarafnya terganggu?

drg. Benedict Natanael Sunarja menjawab:

Selamat Siang Nabila

Tambal gigi adalah prosedur yang dilakukan untuk mengisi keadaan gigi yang berlubang, bisa diawali dengan perawatan syaraf gigi ataupun langsung dilakukan penambalan. Pasien dapat memilih teknik penambalan yang ingin dilakukan. Umumnya tambalan dilakukan untuk mencegah terjadinya kebocoran pada gigi lebih dalam.

Prosedur penambalan gigi sendiri dilakukan untuk

  • Mengembalikan fungsi dan bentuk dari gigi tersebut.
  • Mempertahankan gigi sehingga gigi dapat dipakai dengan lebih lama lagi
  • Memperbaiki gigi yang patah, gigi yang mengalami keretakan ataupun gigi yang aus akibat dari adanya kebiasaan seperti menggigit kuku atau menggertakan gigi saat tidur.

Setelah prosedur penambalan gigi, biasanya dokter gigi akan menjelaskan cara - cara merawat tambalan gigi untuk mencegah terjadinya tambalan yang lepas ataupun tambalan yang mengalami keausan, seperti

  • Menjalankan diet dengan makan yang tidak terlalu keras pada bagian gigi yang sudah ditambal.
  • Menggosok gigi dengan pasta gigi yang memiliki kandungan aktif seperti fluoride.
  • Membersihkan gigi dengan dental floss
  • Cek rutin ke dokter untuk melihat kualitas dari tambalan tersebut apakah masih baik atau tidak

Apabila bentuk dari tambalan tidak rapi maka tindakan yang pertama dilakukan adalah dengan melakukan dental rontgen untuk melihat keadaan gigi dengan lebih detail. Tambalan yang hilang atau habis mungkin dapat menyebabkan saraf terganggu apabila tidak langsung diperbaiki. Apabila dirasakan bahwa gigi jadi terasa sakit, sensitif, ada semacam celah pada bagian gigi, atau ada tambalan yang hilang maka disarankan untuk langsung berkunjung ke dokter terdekat.

Semoga bisa membantu Anda

"Gigi kuat adalah awal untuk bangsa yang kuat."

 

Showing 471 - 480 of 480