30 September 2019
feny bertanya :

malam dok, bagaimana ya membedakan rasa linu akibat lubang gigi atau karena gigi sensitif saja? ada begitu banyak produk pasta gigi untuk gigi sensitif, bagaimana milih yang sesuai untuk kita ya dok. terimaksih

drg. Benedict Natanael Sunarja menjawab:

Halo feny, terima kasih atas pertanyaannya di Alodokter.

Sebenarnya tidak ada perbedaan yang signifikan antara membedakan rasa linu antara gigi yang ngilu akibat berlubang ataupun sensitif. Keduanya sama - sama merupakan akibat dari rangsangan yang terjadi di bagian dentin. Apabila gigi sudah berlubang maka rangsangan yang terjadi akibat dari adanya lapisan enamel yang sudah mengenai dentin atau bagian syaraf gigi / pulpa. Untuk gigi sensitif rangsangan yang terjadi sebagaian besar karena terjadinya abrasi pada gigi atau penurunan gusi di gigi yang mengakibatkan pori - pori dari akar gigi menjadi terbuka dan gigi menjadi sensitif. Pemeriksaan klinis dibutuhkan untuk melihat apakah rasa linu berasal dari gigi yang sensitif atau berlubang.

Untuk pilihan pasta gigi, tentunya tergantung dari kebutuhan kita. Hal pertama yang bisa kita lakukan adalah

  1. Memilih pasta gigi yang dapat melindungi gigi anda dari bakteri penyebab gigi berlubang. Saat ini ada pasta gigi yang dapat melindungi gigi anda selama 12 jam dengan bahan aktif seperti Xylitol Complex, IPMP atau Natural Calcium.
  2. Memilih pasta gigi yang menyediakan perlindungan bagi gigi dan gusi Anda. Bahan kandung seperti Potasium Citrate, double fluoride, active IPMP dapat memberikan manfaat lengkap untuk mencegah plak, menyegarkan nafas, menjaga kesehatan gusi dan gigi berlubang serta menjaga kekuatan enamel gigi.
  3. Memilih pasta gigi herbal yang mengandung teh hijau atau daun sirih yang dapat menghilangkan bau tak sedap dan mencegah gigi berlubang.

Terima kasih

"Gigi kuat adalah awal untuk bangsa yang kuat."


30 September 2019
Corina bertanya :

Dok, pertanyaan saya ada 2.

  1. Gigi geraham sy di sisi luarnya mulai berlubang tapi masih sekecil titik dan ada bercak hitam. Nah dok gimana yah solusi menanganinya sebelum lubangnya membesar.. Terakhir kena sakit gigi waktu 2009 silam dok, kan ngeri klo diserang lagi 😰

  2. Kenapa yah kalo dalam kondisi baru bagun tidur, di ujung gigi depan saya terlihat kering sekali. Seolah lebih tipis krena warnanya jdi lebih putih pucat beda dgn gigi lainnya. Tapi kalau terkena air lambat laun akan kmbali normal warnanya. Mohon penjelasannya Dok ganteng 🙏

Makasih sbelumnya dok 🙏

drg. Benedict Natanael Sunarja menjawab:

Selamat Siang Corina, terima kasih atas pertanyaannya.

Gigi berlubang atau kondisi dimana lapisan gigi terluar (email gigi) mengalami pengikisan, dapat menimbulkan lubang dari kecil sampai besar. Dari bagian luar saja (biasanya ditandai dengan titik atau bercak hitam kecil sampai ada yang meluas mengenai lapisa dentin sampai ke jaringan saraf gigi atau pulpa.

Untuk kasus yang Anda alami, apabila sudah ada bercak hitam maka dapat dikatakan bahwa gigi Anda sudah berlubang, seberapa dalamnya lubang harus dilakukan pemeriksaan dengan lebih lanjut untuk mengetahui kedalaman dari lubang tersebut. Kedalaman lubang yang sudah di ketahui dapat membantu dokter untuk memberikan perawatan yang tepat. Perawatan yang bisa dilakukan bermacam - macam mulai dari penambalan samapai perawatan saraf gigi.

Dalam kasus dimana lubangnya masih sangat kecil, solusi yang bisa dilakukan agar lubang tidak semakin membesar adalah sama, yaitu bisa dari penambalan sederhana hingga perawatan saraf gigi apabila diperlukan. Sebab apabila lubang didiamkan saja dan tidak ditambal, maka bakteri bekas dari sisa makanan yang menempel ataupun kotoran lain dapat membuat bakteri berkembang biak dengan cepat sehingga lubang bisa semakin membesar. Saya sarankan agar Anda dapat berkunjung ke dokter gigi terdekat untuk melakukan perawatan gigi dengan tepat.

Untuk kondisi dimana ujung gigi depan terlihat kering dan seolah warnanya jadi lebih pucat dibanding gigi lainnya, sebenarnya kalau dari sudut dokter, harus dilihat terlebih dahulu kondisinya untuk bisa memastikan. Namun kemungkinan terdekat yang mungkin Anda alami adalah adanya white spot yaitu semacam bercak putih di gigi disebabkan oleh hilangnya kandungan mineral di permukaan atau enamel gigi. Kerusakan seperti ini sering dikaitkan dengan hipokalsifikasi, yang menandakan kerusakan awal pada bagian enamel gigi, tanda awal karies atau awal terbentuknya lubang pada gigi.

Untuk mencegah agar gigi tidak menjadi cepat berlubang maka Anda dapat menggunakan pasta gigi yang mengandung bahan aktif Fluoride, IPMP, Xylitol dan Potasium Citrate. Bahan tersebut membantu Anda menjaga kekuatan dari enamel gigi dan mencegah gigi berlubang.

Sekian informasi yang bisa Saya berikan, semoga berguna

"Gigi kuat adalah awal untuk bangsa yang kuat."


30 September 2019
Dewi Herliana.RM bertanya :

Dok saya mau nanya.kalau gigi berlubang trus di cabut.kan saya umur 19 masih bisa numbuh nggak dok?

drg. Benedict Natanael Sunarja menjawab:

Selamat Siang Dewi Herliana.RM, terima kasih atas pertanyaannya.

Gigi berlubang adalah keadaan dimana salah satu bagian di gigi yang namanya lapisan enamel atau dentin mengalami pengikisan yang menjadikan gigi tidak utuh dan bolong. Apabila gigi berlubang sebenarnya perawatannya tidak harus selalu dicabut, ada perawatan lain yang bisa dilakukan diantaranya perawatan saraf gigi atau penambalan gigi.

Kemungkinan dari bisa atau tidaknya gigi tumbuh kembali balik lagi akan sangat tergantung pada jenis gigi apa yang akan tanggal, apakah termasuk gigi susu atau gigi permanen. Apabila gigi yang copot adalah gigi susu, maka kemungkinan besar akan tumbuh gigi lagi yaitu gigi permanen. Namun apabila yang tanggal adalah gigi permanen maka kemungkinana besar tidak akan tumbuh gigi pengganti lainnya.

Jika gigi berlubang dicabut pada orang diatas usia 12 thn maka gigi tersebut tidak akan tumbuh lagi karena jenis giginya sudah termasuk gigi tetap, maka sudah tidak ada benih gigi lagi. Lain halnya apabila pencabutan gigi dilakukan saat masih berusia sekitar 6 - 12/13 tahun, dimana pada periode tersebut gigi masih akan tumbuh, karena termasuk gigi susu. Artinya masih ada benih giginya yang akan menggantikan apabila gigi susu telah tanggal.

Sekian informasi yang bisa Saya berikan, semoga berguna

"Gigi kuat adalah awal untuk bangsa yang kuat."


30 September 2019
Agus Suryadi bertanya :

Hay doc. Anak saya yg berusia 4thn mengalami bengkak gusi gigi geraham sebelah kiri,sudah ke klinik dan diberi antibiotik,namun sudah hampir 2minggu bengkak nya belum sembuh juga, bahkan bengkaknya terlihat semakin membesar seperti gondongan. Apakah ada kaitannya antara bengkak gusi dan sakit gondongan?

drg. Benedict Natanael Sunarja menjawab:

Alo, Agus Suryadi

Bengkak yang ada pada gusi dan sakit gondongan merupakan dua hal berbeda dengan penyebab yang berbeda. Pada bengkak di gusi biasanya disebabkan oleh peradangan yang terjadi pada rongga mulut dan banyaknya akibat dari infeksi bakteri, sedangan gondongan atau parotitis atau mumps kebanyakan disebabkan oleh virus.

Biasanya bisa dibedakan antara bengkak akibat gigi yang berlubang dengan gondongan, berdasarkan letak dan juga perjalanan penyakitnya. Apakah Anak Anda memiliki riwayat gigi berlubang. Apakah didahului dengan nyeri/sakit pada gigi atau gusi berdarah. Akan berbeda dengan gondongan, yang biasanya didahului dengan demam, dan ada riwayat penularan secara langsung dengan berdekatan dengan anak lain yang sedang sakit gondongan.

Gusi yang bengkak bisa disebabkan oleh berbagai macam hal. Salah satu yang mungkin terjadi adalah akibat dari adanya gigi yang berlubang. Gigi berlubang atau bolong adalah keadaan gigi dimana lapisan enamel gigi atau dentin mengalami pengikisan yang menjadikan gigi menjadi berlubang. Gigi berlubang disebabkan oleh penumpukan bakteri pada mulut, yang akhirnya menyebabkan infeksi pada saluran saraf gigi dan berujung dengan terjadinya pembentukan abses pada gigi.

Pada kasus Anak Anda, hal ini mungkin disebabkan oleh adanya infeksi yang bersarang pada gigi tersebut. Apabila infeksi pada gigi ini tidak dilakukan perawatan dengan semestinya maka abses dan bengkak pun dapat bertambah besar. Obat yang dikonsumsi tanpa dibarengi dengan perawatan pada giginya tidak cukup untuk menghilangkan pembengkakan tersebut karena yang terutama harus dilakukan adalah menghilangkan sumber infeksi. Oleh sebab itu ada baiknya Anda mengunjungi dokter terdekat untuk melakukan perawatan gigi dan untuk mendapatkan diagnosis lebih lanjut untuk kasus ini.

Semoga bermanfaat

"Gigi kuat adalah awal untuk bangsa yang kuat."


29 September 2019
Tri septi bertanya :

Dok saya mau tanya gigi geraham saya bolong terus dibolongannya itu kaya tumbuh daging terus saya sikat ko berdarah terus kenapa gusinya ko bengkak ga hilang2

drg. Benedict Natanael Sunarja menjawab:

Selamat Siang Tri septi, terima kasih atas pertanyaannya.

Gigi yang berlubang dan mengeluarkan darah mungkin disebabkan oleh adanya infeksi yang sudah terjadi di dalam gigi tersebut. Gigi yang bolong merupakan tempat yang sangat ideal untuk berkembangnya kuman-kuman dan bakteri. Salah satu bentuk infeksi ini biasanya ditandai dengan adanya polip atau daging tumbuh di dalam lubang gigi, karena sifatnya yang mudah berdarah maka dapat mungkin dikatakan bahwa keadaan yang sekarang anda alami berasal dari hal tersebut.

Bengkak yang hilang timbul dapat terjadi apabila infeksi yang ada pada gigi berlubang tersebut terus dibiarkan dan tidak dilakukan perawatan dengan tepat. Faktor kebersihan (higienis) dari rongga mulut sangat berperan dalam hal ini. Untuk dapat menghilangkan bengkak tersebut yang harus dilakukan adalah menghilangkan sumber dari infeksi tersebut, apabila memang giginya bolong, maka harus dilakukan pemeriksaan ke dokter gigi untuk dilakukan pembersihan, penambalan atau mungkin pencabutan gigi serta perawatan saluran akar gigi yang ada. Pemeriksaan klinis, fisik dan dental rontgen adalah hal yang biasanya dilakukan oleh Dokter gigi untuk mendiagnosis kasus dari gigi Anda tersebut. Untuk perawatan yang lebih optimal, silahkan dapat mengunjungi dokter gigi terdekat ya.

Pencegahan yang bisa dilakukan untuk mengatasi keadaan ini adalah

  1. Menggunakan sikat gigi yang berbulu lembut dan halus, serta sikatlah gigi secara perlahan.
  2. Menggunakan obat kumur setiap habis menggosok gigi.
  3. Membatasi mengkonsumsi makanan dan minuman yang mengandung kadar asam yang tinggi atau yang sangat panas atau sangat dingin.
  4. Mengunjungi dokter gigi setidaknya 6 bulan sekali

Sekian informasi yang bisa Saya berikan, semoga berguna

"Gigi kuat adalah awal untuk bangsa yang kuat."


28 September 2019
Mega bertanya :

Selamat siang dok, Adik saya beberapa hari lalu sakit gigi kanan atas yang disertai sakit pada tenggorokan, skarang giginya udah agak ga sakit tapi di lehernya ada benjolan dan penglihatan jarak jauh mata kanannya agak buram, itu kenapa ya ? apa karna gigi yang sakit itu? Terima kasih

drg. Benedict Natanael Sunarja menjawab:

Halo Mega, terima kasih atas pertanyaannya di Alodokter.

Kondisi yang Adik Anda alami, dimana terjadi benjolan pada leher, sering dikaitkan dengan adanya penyakit atau infeksi pada gigi. Benjolan ini bisa disebabkan oleh berbagai macam hal seperti adanya abses ataupun pembengkakan pada kelenjar getah bening di sekitar leher.

Pada kondisi tertentu di mana terjadi infeksi pada bagian gigi maka dapat mungkin kelenjar getah bening pun mengalami pembengkakan sebagai adanya respon alami dari kekebalan tubuh. Jadi kalau diumpamakan infeksi sebagai suatu medan pertempuran antara kuman dengan tubuh, maka kelenjar getah bening merupakan markas/benteng pertahanan pertama dari tubuh. Apabila di tempat infeksi yaitu di rongga gigi pertahananan tubuh setempat tidak memadai dan infeksi meluas, maka bisa menyebar ke kelenjar getah bening sekitarnya (seperti di leher) dan mengakibatkan pembengkakan. Gigi yang berlubang dapat juga mengakibatkan adanya infeksi yang menjalar ke dalam saluran saraf dari gigi yang akhirnya membuat bakteri berkumpul dan berkembang biak sehingga timbullah abses (benjolan yang berisi nanah).

Penglihatan jarak jauh yang buram sebenarnya jarang sekali terkait dengan gigi dan biasanya berdiri sendiri-sendiri, karena saraf-saraf penglihatan berbeda letaknya dengan saraf-saraf yang mengatur rongga gigi dan mulut. Sebaiknya apabila sudah terjadi keadaan yang demikian, maka Saya sarankan agar Adik Anda dapat menemui dokter spesialis terdekat untuk dilakukan perawatan yang lebih lanjut.

Terima kasih

"Gigi kuat adalah awal untuk bangsa yang kuat."


26 September 2019
Wenslaus Laka bertanya :

pak/ibu dokter.. gigi saya berlubang tapi sudah pecah tinggal separuh rasanya bauh walaupun sudah digosok. terus sering keluar darah kalau saya buang air liur. gimana carah mengatasi agar tdk berbauh dan mengeluarkan darah. terima kasih.

drg. Benedict Natanael Sunarja menjawab:

Selamat Siang Wenslaus Laka, terima kasih atas pertanyaannya.

Gigi yang berlubang dan mengeluarkan darah mungkin disebabkan oleh adanya infeksi yang sudah terjadi di dalam gigi tersebut. Pemeriksaan klinis langsung oleh dokter gigi, ditambah dengan pemeriksaan fisik dan rontgen adalah hal pertama yang harus dilakukan untuk mendiagnosis kasus dari gigi tersebut.

Infeksi gigi yang terjadi ini biasanya ditandai dengan adanya polip atau daging tumbuh di dalam lubang gigi, karena sifatnya yang rapuh dan mudah berdarah terutama akibat adanya pergerakan mengunyah, maka dapat mungkin dikatakan bahwa keadaan yang sekarang sedang dialami berasal dari hal tersebut.

Cara mengatasi agar gigi tidak berbau dan mengeluarkan darah adalah dengan menghilangkan sumber infeksi yang ada. Bermacam - macam cara yang bisa dilakukan, seperti dengan melakukan perawatan penambalan, perawatan saraf gigi, ataupun dengan pencabutan. Dental rontgen (foto rontgen gigi/rongga mulut) dapat di lakukan untuk memperoleh diagnosis yang tepat untuk kasus Anda. Silahkan dapat segera konsultasi dengan dokter gigi terdekat terutama apabila luka masih terus mengeluarkan darah ya.

Sekian informasi yang bisa Saya berikan, semoga berguna

"Gigi kuat adalah awal untuk bangsa yang kuat."


26 September 2019
Adinda bertanya :

Sering sering minum cuka gigi bahaya gak ya dok?

drg. Benedict Natanael Sunarja menjawab:

Selamat Siang Adinda, terima kasih atas pertanyaannya.

Sering meminum cuka yang mengandung kadar asam yang tinggi tentunya memiliki risiko tertentu untuk kesehatan gigi. Tidak hanya cuka saja, meminum minuman bersoda atau alkohol dan sejenisnya juga dapat merusak kesehatan dari gigi kita.

Asam yang terkandung di dalam cuka dapat memicu pelepasan dari mineral yang ada dalam gigi dan membuat kadar keasaman (pH) di dalam rongga mulut berkurang, sehingga dapat menimbulkan rasa sensitif yang berlebihan pada gigi dan apabila terlalu sering dikonsumsi atau berulang, maka dapat membuat gigi menjadi berlubang.

Pencegahan yang mungkin bisa Anda lakukan adalah dengan mengurangi mengkonsumsi makanan atau minuman yang mengandung asam. Hal lain yang mungkin bisa dilakukan adalah mengembalikan keadaan ph di dalam mulut dengan meminum air putih air sehingga suasana rongga mulut menjadi netral kembali. Sikat gigi sehabis mengkonsumsi makanan dan minuman yang mengandung asam juga bisa dilakukan, namun cara yang tepat adalah dengan menunggu sekitar 30 - 60 menit lalu lakukan sikat gigi, karena apabila langsung dilakukan maka dapat membuat gigi terkikis.

Sekian informasi yang bisa Saya berikan, semoga berguna

"Gigi kuat adalah awal untuk bangsa yang kuat."


26 September 2019
Retno bertanya :

jika gigi bungsu tumbuh miring apa harus dioperasi untuk cabut gigi, apa tidak bisa dengan cara lain? dan jika tidak dicabut apa saja resikonya?

drg. Benedict Natanael Sunarja menjawab:

Selamat Siang Retno, terima kasih atas pertanyaannya.

Gigi bungsu merupakan gigi terakhir yang tumbuh di rongga mulut kita. Gigi ini posisinya terletak di paling akhir. Gigi geraham ini biasanya tumbuh di usia 17 – 25 tahun. Memang, Gigi ini sering sekali menjadi momok bagi sebagian orang karena pertumbuhannya yang kadang tidak normal. Tidak normal disini dimaksudkan dalam artian yang seharusnya tumbuh lurus ke atas, malah menjadi miring keberbagai arah. Bisa ke arah depan, samping, belakang ataupun tertanam seluruhnya di dalam rahang. Jika salah satu dari kondisi di atas terjadi, biasanya dapat mengganggu bagi sebagian orang.

Misalkan, apabila gigi bungsu Anda tidak sakit namun menabrak gigi di depannya, maka hal ini mungkin diakibatkan oleh karena gigi Anda miring posisinya. Kalau seperti ini, maka yang perlu dilakukan adalah mengecek ke dokter gigi terlebih dahulu untuk dilakukan dental photography (foto rontgen gigi). Foto Rontgen ini bertujuan untuk menentukan perawatan apa yang sebaiknya dilakukan untuk menangani kasus tersebut. Operasi atau tidaknya tergantung dari seberapa parah gigi bungsu itu tumbuh. Jika gigi yang miring tersebut tidak dapat keluar dengan sempurna, maka mungkin tindakan yang harus dilakukan adalah pencabutan. Serta apabila gigi tersebut tumbuh ke atas dan ruang untuk tumbuh gigi cukup, namun ada gusi yang menghalanginya maka bisa dilakukan perawatan untuk mengeliminasi gusinya saja tidak perlu mencabut giginya.

Berikut adalah gejala yang mungkin timbul dari adanya gigi bungsu yang miring :

  1. Nyeri di gigi geraham belakang
  2. Gusi menjadi kemerahan, bengkak, bahkan bernanah
  3. Sukar membuka mulut
  4. Rasa nyeri pada bagian sendi dekat telinga
  5. Gigi geraham akhir atau gigi di depannya berlubang
  6. Ada rasa sakit kepala yang muncul

Sekian informasi yang bisa Saya berikan, semoga berguna

"Gigi kuat adalah awal untuk bangsa yang kuat."


26 September 2019
Winda bertanya :

Hai dok, saya pada waktu itu mengalami sakit gigi tetapi hanya sebentar, lalu pada hari esok nya pipi saya membengkak lumayan besar dan terasa sedikit sakit, dan saya mencoba untuk mengecek gusi saya di bagian atas dan ternyata juga membesar. Kenapa begitu ya, Dok dan apakah ini berbahaya?

drg. Benedict Natanael Sunarja menjawab:

Alo, Winda

Sakit gigi yang muncul bisa jadi berasal dari gigi yang berlubang. Gigi yang berlubang ini merupakan tempat dari masuknya bakteri, ketika bakteri masuk ke dalam lubang dari gigi Anda dan masuk ke bagian syaraf maka hal ini dapat menimbulkan infeksi. Infeksi yang ada merupakan akibat dari adanya bakteri yang berkembang biak di dalam saluran akar gigi. Hal inilah yang akhirnya menimbulkan pembengkakan, atau yang lebih dikenal dengan abses. Berbahaya atau tidaknya tergantung dari seberapa besar abses tersebut. Apabila abses yang ada di rongga mulut Anda cukup besar maka, yang perlu Anda lakukan mengunjungi dokter gigi terdekat untuk perawatan lebih lanjut.

Gejala dari adanya abses bermacam - macam seperti :

  1. Nyeri di area yang terdapat abses, terutama saat menggigit atau tersentuh.
  2. Gigi menjadi lebih sensitif terhadap makanan serta minuman yang panas dan dingin
  3. Gusi menjadi bengkak, berwarna kemerahan, dan terasa lunak.
  4. Bau mulut menjadi tidak sedap
  5. Tidak enak badan

Faktor yang mungkin menyababkan abses gigi bermacam - macam seperti kurangnya menggosok gigi, salah teknik dalam melakukan penggosokan gigi, dan merokok.

Lalu apabila sudah terjadi abses maka hal yang dapar anda lakukan adalah

  1. Menyikat gigi 2 kali sehari dengan pasta gigi yang mengandung fluoride.
  2. Menggunakan sikat gigi yang memiliki bulu sikat yang sangat lembut dan flexible.
  3. Menghindari penggunaan benang gigi di area yang sakit.
  4. Menghindari mengkonsumsi makanan atau minuman yang panas.
  5. Menghindari makanan dan minuman yang terlalu manis dan asam.
  6. Melakukan pengunyahan pada bagian atau sisi rahang lain yang tidak sakit.
  7. Mengunjungi dokter untuk tindak lanjut lainnya.

Semoga bermanfaat

"Gigi kuat adalah awal untuk bangsa yang kuat."

 

Showing 451 - 460 of 480