27 January 2020
rani ayu anisa putri bertanya :

Selamat pagi dokter. Dok saya mau bertanya, Barusan saya pulang tambal gigi geraham bawah, tambalnya udah permanen. Tapi tambalannya warna putih, apakah tambalan tersebut kategori bagus dokter?? Terus kata dokter yang menangani saya jangan makan 2 jam, apakah itu waktu normal dokter?? Dan apa pantangan kalau udah tambal gigi dokter?? #terimakasih dokter,saya tunggu jawaban dokter

Drg. Sella Prininta menjawab:

Alo, rani ayu anisa putri

Tambalan permanen adalah tambalan yang dipakai untuk menutup kavitas gigi yang sudah bersih. Biasanya terdapat dua jenis tambalan, yaitu

  1. Tambalan komposit Warna tambalan dapat disesuaikan dengan warna asli gigi, dipakai untuk gigi yang berlubang besar

  2. Tambalan gic (glass ionomer) Warna tambalan sedikit lebih putih, dipakai untuk tambalan kecil/untuk anak2.

Semua jenis tambalan mempunyai indikasi, keunggulan, dan kelemahan masing2. Tidak ada yang lebih baik atau jelek. Tambalan dapat dikatakan baik apabila dapat menutup kavitas/lubang dengan sempurna, tidak ada kebocoran, nyaman, tidak menimbulkan rasa sakit saat mengunyah dan dapat bertahan lama.

Pada umumnya, dokter gigi akan menginstruksikan untuk tidak makan dan minum selama beberapa saat setelah ditambal untuk mencegah kebocoran atau tambalan lepas. Waktu 1-2 jam pantang makan di area yang sedang ditambal masih masuk dalam batas kewajaran.

Semoga bermanfaat

"Gigi kuat adalah awal untuk bangsa yang kuat."


23 January 2020
Dwich Chang Penyayang bertanya :

Slamat pagi, dok.Saya ingin bertanya..saya mempunyai anak laki2 usia 10thn.gusinya atas kanan kiri menonjol.dan gigi bagian belakang udah tgl tp blm copot.dan gigi baru yang mau tumbuh itu gak beraturan..ad yang masuk kedalam ad yang keluar.seperti rebutan tempat tumbuhnya.Apakah besuk gigi anak saya bisa normal?Apakah perlu di behel?Terimakasih dok.

Drg. Sella Prininta menjawab:

Alo, Dwich Chang Penyayang

Pertumbuhan gigi pemanen sangat dipengaruhi oleh pertumbuhan gigi susu itu sendiri. Gigi susu yang tanggal sebelum atau lewat dari waktunya akan berpengaruh pada pertumbuhan gigi permanen. Akibatnya, gigi permanen akan tumbuh tidak pada tempatnya sehingga gigi permanen akan tumbuh berantakan dan tumpang tindih.

Erupsi gigi permanen biasanya dimulai pada usia 6-7 tahun pada gigi geraham pertama bawah dan berakhir saat umur 12-14 tahun pada gigi geraham kedua, untuk gigi geraham ketiga akan muncul saat usia 20-25 tahun.

Jika gigi permanen sudah tumbuh atau terlihat bayangan putih, tandanya gigi susu sudah harus tanggal. Gigi susu biasanya akan mengalami kegoyangan sehingga harus segera dicabut, apabila tidak ada kegoyangan maka sevaiknya dicabut ke dokter gigi. Gigi permanen yang tumbuh tumpang tindih dan terlihat berantakan dapat direhabilitasi dengan perawatan ortho (kawat gigi) saat semua gigi permanen telah lengkap dan tumbuh sempurna.

Untuk mencegah pertumbuhan gigi permanen yang tudak sesuai dengan letaknya, selalu periksakan ke dokter gigi jika terdapat gigi susu yang berkubang dan goyang.

Semoga bermanfaat

"Gigi kuat adalah awal untuk bangsa yang kuat."


23 January 2020
Mitshop bertanya :

Dok saya mau nanya lagi nih. Smnjak beberapa bulan yg lalu samapai sekaramg ini, saya sering merasakan nafas saya tidak segar, dan kadang teman" saya menutup hidung nya jika berbicaradengan saya. Saya rajin kok sikat giginya, saya jg punya gigi berlubang 2, tp sering di bersihin. Saya sudah coba cara" alami untk memperbaiki nafas saya, karena kurangnya masalah ekonomi. Jadi hal apa yg harus sy lakukan untuk mengurangi bau mulut Saya tanpa mengeluarkan biaya yg besarr

Drg. Sella Prininta menjawab:

Alo, Mitshop

Bau mulut seringkali disebabkan oleh masalah kesehatan gigi dan mulut, seperti gigi berlubang dan karang gigi. Kesehatan gigi dan mulut yang buruk dapat menimbulkan bau tidak sedap dari mulut. Selain itu, kondisi kesehatan lain juga dapat menyebabkan bau mulut, diantaranya:

  1. Xerostomia: keadaan mulut kering karena gangguan produksi air liur;
  2. Gangguan saluran pencernaan, seperti gastritis atau GERD;
  3. Penyakit lain seperti diabetes atau sinusitis.

Selain itu, kebiasan buruk seperti merokok, diet yang berlebihan, atau hobi makan dan minum dengan bau menyengat juga dapat memperparah bau mulut.

Beberapa tips untuk mencegah bau mulut, antara lain :

  1. Menyikat gigi 2x sehari, setelah sarapan dan sebelum tidur
  2. Menggunakan sikat lidah untuk membersihkan lidah
  3. Mengganti sikat gigi, minimal 2 bulan sekali
  4. Berkumur dengan obat kumur antiseptik
  5. Rutin memeriksakan kondisi gigi dan mulut ke dokter gigi 6 bulan sekali. Lakukan penambalan atau perawatan akar jika ada gigi berlubang dan pembersihan karang untuk membersihkan plak dan kalkulus
  6. Mengkonsumsi air mineral minimal 2 liter perhari

Semoga bermanfaat

"Gigi kuat adalah awal untuk bangsa yang kuat."


23 January 2020
Shofia Salsabilah bertanya :

Saya Shofia umur 17 thn Dok, saya baru saja menjalani penambalan gigi sementara yg pertama. Kondisi penambalan gigi saya belum kering dan diminta dokter selama satu jam utk tidak digunakan utk mengunyah dahulu dibagian tsb. Namun, sekitar 45 menit kemudian saya tidak sengaja menggunakannya utk mengunyah pada saat saya sedang memakan cemilan sehingga mengakibatkan tambalan sementara tersebut menjadi (bukannya lepas, malah) tambah masuk ke dalam gigi berlubang saya dan mengakibatkan rasa yg amat luar biasa nyeri di gigi dan kepala. Saya mencoba utk mengeluarkan tambalan tsb kemudian, tapi tidak bisa. Mungkin karena tambalan sementara tsb sudah mengering. Nyerinya tetap tidak hilang, namun berangsur pulih.Saya takut jika memberikan kerusakan akibat tambalan yg smkn masuk td. Apa yg harus saya lakukan selanjutnya, Dok? Karena saya cek ke dokter gigi lagi itu seminggu lagi.

Drg. Sella Prininta menjawab:

Selamat Siang Shofia Salsabilah

Penambalan gigi adalah proses penutupan gigi yang berlubang dengan suatu bahan tambal. Penambalan sementara dilakukan apabila gigi masih dalam proses perawatan, contohnya perawatan saluran akar.

Tambalan sementara berguna untuk menutup lubang atau kavitas gigi setelah dibersihkan. Umumnya dokter gigi akan memberikan cairan obat pada kapas kecil yang diletakkan di dalam kavitas gigi. Obat tersebut bermacam-macam jenisnya dan digunakan sesuai kebutuhan.

Keluhan nyeri yang terasa setelah perawatan biasanya dapat disebabkan oleh bermacam-macam faktor, seperti :

  1. Alergi pada obat tertentu
  2. Adanya sisa bakteri yang belum bersih
  3. Tambalan sementara yang menekan ke gusi atau terlalu tinggi
  4. Gas yang terpendam pada gigi yang mengalami pembengkakan.

Umumnya saat perawatan gigi dengan beberapa kunjungan, dokter gigi biasanya akan meresepkan obat golongan analgesik sebagai obat pereda nyeri. Anda dapat mengkonsumsi obat tersebut sesuai dengan resep dokter untuk mengurangi nyeri, apabila nyeri tidak hilang setelah mengkonsumsi obat sebaiknya mengunjungi dokter gigi kembali untuk berkonsultasi lebih lanjut

Semoga bisa membantu Anda

"Gigi kuat adalah awal untuk bangsa yang kuat."


22 January 2020
aris bertanya :

apakah crownbridge gigi di tanggung BPJS

Drg. Sella Prininta menjawab:

Alo, aris

Berikut cakupan perawatan yang ditanggung oleh BPJS :

  1. administrasi pelayanan, meliputi biaya administrasi pendaftaran peserta untuk berobat, penyediaan dan pemberian surat rujukan ke faskes lanjutan untuk penyakit yang tidak dapat ditangani di faskes tingkat pertama
  2. pemeriksaan, pengobatan, dan konsultasi medis
  3. premedikasi
  4. kegawatdaruratan oro-dental
  5. pencabutan gigi sulung (topikal, infiltrasi)
  6. pencabutan gigi permanen tanpa penyulit
  7. obat pasca ekstraksi
  8. tumpatan komposit/GIC
  9. Scaling gigi (1x dalam setahun)

Untuk crown, bridge, atau gigi palsu merupakan perawatan tambahan dengan limitasi dari BPJS kepada pasien. Untuk syarat dan ketentuannya tergantung dari fasilitas kesehatan (faskes) tingkat pertama / lanjutan. Silahkan hubungi fakses BPJS anda untuk info lebih lanjut atau mengunjungi website BPJS (https://bpjs-kesehatan.go.id)

Semoga bermanfaat

"Gigi kuat adalah awal untuk bangsa yang kuat."


21 January 2020
Puput oktari bertanya :

Malam dokter Saya punya anak saat umur 3 tahun jatuh dan menyebabkan giginya copot sampai ke akar (gigi yg copot terlihat panjang sekali), sekarang anak saya umur 6,5 thn gigi permanennya blum tumbuh jg, saya blum cek ke dokter dari awal jatuh karna saya berfikir ini gigi susu dan pastinya gigi permanen akan tumbuh,, apakah masih bisa tumbuh gigi permanennya setelah 3 thun ini??

Drg. Sella Prininta menjawab:

Selamat Malam Puput oktari

Erupsi gigi permanen biasanya dimulai pada usia 6-7 tahun pada gigi geraham pertama bawah dan berakhir saat umur 12-14 tahun pada gigi geraham kedua, untuk gigi geraham ketiga akan muncul saat usia 20-25 tahun.

Masa erupsi gigi berbeda-beda setiap individu, faktor-faktor yang mempengaruhi diantaranya :

  1. Faktor genetik
  2. Jenis kelamin Jenis kelamin mempengaruhi waktu erupsi, biasanya gigi anak perempuan akan lebih cepat tumbuh dibandingkan laki-laki
  3. Faktor nutrisi Kekurangan nutrisi dapat menyebabkan keterlambatan dalam erupsi gigi, seperti kekurangan vit D atau kalsium
  4. Faktor lainnya Faktor lain diantaranya benih gigi permanen tidak ada, gigi susu tanggal lebib cepat, malposisi gigi permanen, dsb.

Beberapa tips untuk menjaga kebersihan gigi dan mulut pada anak, yaitu :

  1. Menggunakan sikat gigi ukuran kecil khusus anak-anak dengan bulu sikat halus, agar dapat menjangkau semua bagian gigi
  2. Menggunakan pasta gigi anak, gunakan pasta gigi dengan flouride jika anak
  3. Membatasi konsumsi makanan manis,
  4. Menyikat gigi 2 kali sehari, setelah sarapan dan sebelum tidur.
  5. Periksa ke dokter gigi, untuk cek berkala pertumbuhan gigi anak

Semoga bisa membantu Anda

"Gigi kuat adalah awal untuk bangsa yang kuat."


21 January 2020
Uwiii bertanya :

Dok, saya kemarin abis cabut gigi geraham saya sebelah kiri. Kira2 harus nunggu berapa lama saya bisa cabut gigi geraham saya yang sebelah kanan?

Drg. Sella Prininta menjawab:

Alo, Uwiii

Penyembuhan luka pasca pencabutan ada suatu proses yang terdiri dari beberapa fase yang terjadi secara bersamaan

Segera setelah gigi dicabut, soket akan terisi darah dari pembuluh darah yang terputus pada jaringan penyangga gigi. Setelah itu baru akan terbentuk gumpalan darah kurang lebih 24 jam. Gumpalan darah itulah yang akan melindungi soket dari bakteri dan mensterilkan luka.

Setelah 2 - 3 minggu, tulang dan jaringan penyangga gigi akan mulai terbentuk dan beregenerasi ulang. Biasanya tampak klinis, luka sudah mulai tertutup dan sembuh

Pada minggu 4 biasanya luka akan mengalami tahap akhir penyembuhan. Tulang dan jaringan penyangga gigi sudah tertutup sempurna.

Pencabutan gigi berikutnya harapnya dilakukan setelah soket pasca pencabutan gigi sebelumnya sudah tertutup sempurna untuk menghindari masuknya bakteri pada soket. Jadi biasanya Dokter akan menyarankan jarak sekitar 4minggu/1 bulan antar pencabutan gigi, namun bisa berubah apabila ada pertimbangan klinis lainnya.

Semoga bermanfaat

"Gigi kuat adalah awal untuk bangsa yang kuat."


21 January 2020
Ayu Puspita bertanya :

Dok saya mau tanya, dibawah mulut saya atau (bawah lidah) dekat gigi bawah awalnya tumbuh seperti sariawan namun tidak sakit, dan saya tidak sengaja menojosnya dengan jarum,karena saya pikir itu sariawan biasa, namun sekarang sariawan itu tumbuh keatas dok dan makin membesar warnanya pun agak kemerahan dan bentuknya pun seperti mpeng bayi namun kecil. Dan jujur ini sangat mengganggu dok. Saya tanya ke ibu saya,namun dia bilang ini hanya sariwan biasa tapi jika ini sariawan biasa saya agak khawatir dok karena semakin hari masa sariawan ini makin membesar dan panjang keatas. Jadi ini apa dok? Saya takut, Apakah benar2 sariawan? apakah ini berbahaya?

Drg. Sella Prininta menjawab:

Alo, Ayu Puspita

Berdasarkan keluhan yang dijabarkan, kelainan pada rongga mulut yang paling mendekati dari keluhan tsb adalah ranula.

Ranula adalah benjolan yang biasa timbul di bawah lidah akibat penyumbatan kelenjar ludah yang besar, yang terdapat pada dasar mulut,dan akan berakibat pembengkakan di bawah lidah yang berwarna kebiru-biruan.

Ranula yang tidak segera ditangani akan mengganggu fungsi bicara, mengunyah, menelan dan bernafas. Ranula yang semakin membesar akan menekan saluran kelenjar ludah sehingga mengakibatkan terganggunya aliran ludah.

Perawatan ranula umumnya tergantung dari usia dan tingkat keparahan. Pada anak-anak biasanya akan hilang dengan sendirinya dan pada dewasa muda, umumnya diobservasi selama beberapa bulan. Untuk ranula kasus berat biasanya ditindak dengan operasi.

Pemeriksaan intraoral dan ekstraoral diperlukan untuk memberikan diagnosis yang tepat, sebaiknya segera mengunjungi dokter gigi terdekat untuk melakukan pemeriksaan seksama.

Semoga bermanfaat

"Gigi kuat adalah awal untuk bangsa yang kuat."


21 January 2020
Wulan Adisti bertanya :

Asslmuaikum dokk gigi saya brlubang dok.. dan dri kmrin ampe skrng gigi sakit smaa ngilu.. klo bukq mulut ngilu nya tu makin kenceng atau ke angin2 jg gitu dok.. itu knapa ya dok??

Drg. Sella Prininta menjawab:

Selamat Siang Wulan Adisti

Gigi berlubang umumnya diawali oleh plak atau sisa makanan pada mulut. Sisa makanan yang ada dimulut akan dirubah menjadi asam oleh bakteri dan akan membentuk plak yang melekat pada gigi. Plak secara perlahan mengikis lapisan-lapisan gigi, hingga membentuk lubang pada gigi.

Gejala yang muncul pada tiap orang biasanya berbeda-beda, biasanya orang akan merasakan gigi ngilu atau sensitif dan makanan yang sering terselip di gigi. Pada kasus ringan, gejala biasanya tidak akan terasa. Tetapi pada kasus yang lebih parah, gejala akan lebih terlihat, contoh nya :

  1. Gigi menjadi lebih ngilu / sensitif
  2. Ngilu saat mengkonsumi makanan dingin atau manis
  3. Adanya lubang pada gigi yang mengakibatkan makanan terselip
  4. Nyeri spontan yang muncul tanpa adanya rangsangan
  5. Perubahan warna pada gigi

Beberapa perawatan yang dapat dilakukan pada gigi yang berlubang, antara lain :

  1. Penambalan permanen dengan bahan tambal sewarna gigi. Gigi berlubang yang masih belum sampai ke saraf ditandai dengan rasa ngilu yang datang jika terdapat rangsangan, seperti saat mengkonsumsi minuman dingin atau makanan manis, lalu hilang setelah rangsangan hilang. Jika gigi masih dalam keadaan tsb biasanya dapat langsung ditambal dengan bahan tambal sewarna gigi.

  2. Perawatan saluran akar. Gigi berlubang yang telah mencapai pulpa atau lapisan gigi yang berisi pembuluh darah dan saraf, biasanya ditandai dengan rasa nyeri yang timbul tanpa adanya rangsangan. Jika gigi sudah dalam keadaan seperti itu, dokter gigi biasanya akan memberikan perawatan saluran akar terlebih dahulu untuk membersihkan bagian akar gigi dari bakteri. Kemudian setelah itu baru akan dilakukan penambalan atau perawatan mahkota gigi, tergantung dari seberapa besar kerusakan pada gigi.

Semoga bisa membantu Anda

"Gigi kuat adalah awal untuk bangsa yang kuat."


19 January 2020
Muhammadefrizal bertanya :

Dok mau nanya saya rutin sikat gigi 2x sehari tp kok digigi ada titik hitam ya dok ga ilang2

Drg. Sella Prininta menjawab:

Alo, Muhammadefrizal

Bintik hitam atau kecoklatan pada permukaan gigi bisa merupakan tanda awal terjadinya karies. Karies gigi disebabkan oleh sisa-sisa makanan pada permukaan gigi yang berubah menjadi asam yang dapat menyebabkan lubang pada gigi. Gigi yang berlubang yang segera diobati akan mengakibatkan rasa ngilu dan nyeri, kondisi lebih parahnya bisa menyebabkan bengkak pada gusi karena adanya infeksi bakteri.

Karies disebabkan oleh beberapa faktor, seperti

  1. konsumsi makanan manis yang berlebihan, bakteri kariogenik pada makanan manis dapat mengubah karbohidrat menjadi asam yang dapat merusak permukaan luar gigi
  2. tidak menyikat gigi pada malam hari sebelum tidur, sehingga sisa-sisa makanan akan menempel lebih lama di permukaan gigi
  3. plak dan kalkulus, plak adalah lapisan yang terbentuk karena sisa-sisa makanan yang mengandung bakteri, jika semakin dibiarkan dapat merusak gigi
  4. faktor usia, pada usia balita, pubertas, dan lansia, lebih rentan terkena karies gigi

Karies gigi merupakan hal yang harus segera diatasi, yang dapat kita lakukan untuk mencegah dan mengobati karies adalah :

  1. Perawatan ke dokter gigi, yaitu dengan perawatan penambalan gigi.
  2. Terapi flouride Flouride bisa didapatkan pada pasta gigi atau dapat mengunjungi dokter gigi untuk mendapatkan terapi flouride melalui suplemen
  3. Pembersihan gigi Pembersihan gigi atau scaling dapat dilakukan untuk membersihkan plak dan kalkulus. Selain karies gigi, bintik kecoklatan hampir diseluruh permukaan gigi juga dapat disebabkan karena kebiasaan merokok, sehingga perawatan scaling perlu dilakukan untuk mrnghilangkan bercak tsb.
  4. Sikat gigi 2x sehari secara teratur dengan pasta gigi berflouride dan menambah obat kumur antiseptik
  5. Mengurangi makan makanan dan minuman manis

Semoga bermanfaat

"Gigi kuat adalah awal untuk bangsa yang kuat."

 

Showing 201 - 210 of 480