16 October 2019
Oktarian bertanya :

Kalau sisa gigi yang bolong bikin bengkak gusi, sakitnya sampai cenut2an harus diapain ya, Dok?

drg. Benedict Natanael Sunarja menjawab:

Selamat Siang Oktarian, terima kasih atas pertanyaannya.

Sakit gigi yang muncul bisa jadi berasal dari gigi yang berlubang. Gigi yang berlubang ini merupakan tempat dari masuknya bakteri, ketika bakteri masuk ke dalam lubang dari gigi Anda dan masuk ke bagian saraf maka hal ini dapat menimbulkan infeksi. Infeksi yang ada merupakan akibat dari adanya bakteri yang berkembang biak di dalam saluran akar gigi. Hal inilah yang akhirnya menimbulkan pembengkakan, atau yang lebih dikenal dengan abses.

Apabila abses yang ada di rongga mulut cukup besar maka yang perlu segara dilakukan adalah mengunjungi dokter gigi terdekat untuk perawatan lebih lanjut. Untuk sementara selama sakit, biasanya Dokter gigi akan memberikan obat-obatan yang dapat mengurangi rasa nyeri yang dirasakan, apabila nyeri sudah mereda, maka baru akan dilakukan tindakan untuk perawatan atau penanganan gigi yang berlubang.

Gejala dari adanya abses bermacam - macam seperti :

  1. Nyeri di area yang terdapat abses, terutama saat menggigit atau tersentuh.
  2. Gigi menjadi lebih sensitif terhadap makanan serta minuman yang panas dan dingin
  3. Gusi menjadi bengkak, berwarna kemerahan, dan terasa lunak.
  4. Bau mulut menjadi tidak sedap
  5. Tidak enak badan

Faktor yang mungkin menyababkan abses gigi bermacam - macam seperti kurangnya menggosok gigi, salah teknik dalam melakukan penggosokan gigi, dan merokok.

Lalu apabila sudah terjadi abses maka hal yang dapar anda lakukan adalah

  1. Menyikat gigi 2 kali sehari dengan pasta gigi yang mengandung fluoride.
  2. Menggunakan sikat gigi yang memiliki bulu sikat yang sangat lembut dan flexible.
  3. Menghindari penggunaan benang gigi di area yang sakit.
  4. Menghindari mengkonsumsi makanan atau minuman yang panas.
  5. Menghindari makanan dan minuman yang terlalu manis dan asam.
  6. Melakukan pengunyahan pada bagian atau sisi rahang lain yang tidak sakit.

Sekian informasi yang bisa Saya berikan, semoga berguna

"Gigi kuat adalah awal untuk bangsa yang kuat."


15 October 2019
Ulan bertanya :

Dok mau tanya saya lagi hamil 5 bulan gusi saya bengkak ngilu sakit sudah berobat kebidan tapi tetep saja tak ada perubahan

drg. Benedict Natanael Sunarja menjawab:

Selamat Siang Ulan, terima kasih atas pertanyaannya.

Gusi bengkak pada ibu hamil merupakan kondisi normal yang sering terjadi dalam kehamilan. Kondisi ini disebabkan oleh karena perubahan hormonal pada ibu hamil. Keadaan ini menyebabkan aliran darah ke jaringan gusi menjadi terganggu dan menjadi lebih rentan terhadap bakteri.

Pembengkakan gusi atau Gingivitis ini akan menjadi lebih parah ketika sebelum kehamilan Ibu hamil sudah mengalami penumpukan plak. Hal ini akan lebih diperparah pada saat trimester kesatu dan ketiga. Ciri ciri kondisi ini adalah gusi membengkak berwarna kemerahan dan kebiruan lalu pinggiran gusi tampak lebih mengkilap, halus, lunak dan juga berdarah spontan. Jika sudah terjadi keadaan seperti maka harus dilakukan kontrol plak dan pengobatan untuk rasa sakitnya.

Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan di rumah:

  1. Rajinlah menyikat gigi minimal dua kali sehari terutama setelah makan. Gunakan sikat gigi berbulu halus dan pilihlah pasta gigi yang mengandung fluoride.
  2. Gunakan benang gigi atau dental floss minimal satu kali sehari.
  3. Kurangi atau hindari mengonsumsi makanan dan minuman manis selama masa kehamilan.
  4. rajin ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali.

Untuk saat ini, Ibu dapat mengunjungi dokter gigi terdekat, untuk dilakukan pengobatan yang dapat meredakan atau menghilangkan rasa sakit, dan jika diperlukan, Dokter gigi dapat melakukan scaling untuk menghilangkan plak dan kalkulus yang sudah menempel.

Sekian informasi yang bisa Saya berikan, semoga berguna

"Gigi kuat adalah awal untuk bangsa yang kuat."


15 October 2019
Sari bertanya :

Dok gimana cara memutihkan warna gigi yang agak kuning?

drg. Benedict Natanael Sunarja menjawab:

Selamat Siang Sari, terima kasih atas pertanyaannya.

Gigi putih dan bersih tentunya menjadi dambaan bagi semua orang. Gigi yang berubah warna atau terlihat menguning bisa disebabkan oleh beberapa hal seperti kebiasaan meminum kopi atau teh, konsumsi minuman bersoda, merokok, meminum obat antibiotik secara berlebihan seperti obat tetrasiklin, malas menggosok gigi. Untuk mengembalikan warna tersebut cara paling dasar yang bisa dilakukan adalah menghilangkan penyebabnya terlebih dahulu.

Apabila setelah menghilangkan penyebabnya, gigi masih berwarna maka cara yang bisa dilakukan adalah dengan cara alami dan perawatan di klinik gigi. Perawatan gi klinik gigi yaitu dengan melakukan tindakan bleaching atau pemutihan gigi dengan menggunakan bahan kimia, hydrogen peroxide atau carbamide peroxide.

Walaupun bagian luar gigi, yang disebut enamel, terlihat padat, namun dalam level mikroskopik bagian tersebut memiliki banyak rongga.Noda dan komponen dari yang kamu makan dan minum akan mengisi rongga tersebut yang pada akhirnya menyebabkan gigi kamu terlihat kuning. Bahan bleaching bekerja dengan menyebabkan reaksi kimia yang memecahkan komponen yang menyebabkan noda tersebut. Sebelum memulai proses pemutihan gigi, dokter gigi akan mengukur derajat keputihan gigi kamu dengan menggunakan shade guide dan memasang pelindung gusi yang berguna untuk melindungi gusi selama perawatan. Setelah itu dokter gigi akan mengaplikasikan bahan tersebut pada gigi, dan didiamkan selama 15 menit setiap aplikasi. Biasanya dilakukan 4 kali aplikasi.

Sekian informasi yang bisa Saya berikan, semoga berguna

"Gigi kuat adalah awal untuk bangsa yang kuat."


14 October 2019
Ana zuliyana bertanya :

Dok gmn solusinya bau mulut yg tidak hilang2

drg. Benedict Natanael Sunarja menjawab:

Selamat Siang Ana zuliyana, terima kasih atas pertanyaannya.

Bau Mulut atau yang lebih dikenal istilah medisnya dengan halitosis adalah bau yang timbul dan terutama dapat terhidu ketika seseorang berbicara, yang diakibatkan karena adanya produk-produk bakteri dalam rongga mulut.

Penyebab bau mulut bermacam – macam seperti :

  1. Adanya penyakit karies gigi atau lubang.
  2. Xerosthomia atau aliran air ludah yang berkurang.
  3. Tambalan yang kurang tepat.
  4. Kumpulan bakteri yang terdapat di lidah
  5. Gigi tiruan yang tidak bersih
  6. Sisa makanan yang terdapat terjebak di jaringan pendukung gigi seperti gusi.
  7. Adanya penyakit sistemik lainnya seperti infeksi di paru-paru, penyakit gagal hati, atau gagal ginjal.
  8. Konsumsi obat tertentu seperti obat golongan nitrat atau amfetamin.
  9. Gangguan pencernaan seperti GERD dan infeksi helicobacter

Untuk contoh, seperti pada gigi berlubang, lubang yang terbentuk menjadi tempat berkembang biaknya bakteri, sehingga bau pun dapat muncul. Bau yang ada di gigi berlubang dapat disebabkan apabila terdapat bakteri seperti Fusobacterium, P. intermedia, dan T. denticola. Ketiga bakteri ini adalah bakteri yang dapat mengurai protein menjadi senyawa sulfide. Senyawa sulfida inilah yang membuat mulut menjadi berbau tak sedap.

Untuk mencegah bau mulut, mungkin bisa mencoba langkah - langkah berikut ya,

  1. Rajin sikat gigi dua kali sehari
  2. Bersihkan lidah secara teratur
  3. Hindari makanan yang beraroma tajam (seperti bawang atau durian) karena dapat menimbulkan bau tak sedap
  4. Setelah sikat gigi, usahakan berkumur dengan mouthwash ya
  5. Cukupi kebutuhan air putih sehari-hari, karena mulut yang kering lebih mudah untuk berbau.
  6. Bersihkan sela - sela gigi
  7. Periksa ke dokter gigi setiap minimal 6 bulan sekali

Sekian informasi yang bisa Saya berikan, semoga berguna

"Gigi kuat adalah awal untuk bangsa yang kuat."


13 October 2019
Senandung bertanya :

Assalamulaikum docter... Saya mau tanya, saya mempunyai anak perumpuan... Umur 6 tahun. Keadaan gigi utuh tidak ada yang berlubang tapi kalau bernafas sejak kecil selalu sering lewat mulut atau mengaga...dan itu sampai sekarang... Dan sekarang bau mulut... Yang menyengat... Bagaimana solusinya docter...?

drg. Benedict Natanael Sunarja menjawab:

Selamat Siang Senandung, terima kasih atas pertanyaannya.

Openbite (gigitan terbuka) adalah kondisi ketika gigi seri atas dan gigi seri bawah tidak saling bersentuhan ketika menggigit. Keadaan ini tentunya sangat mengganggu. Hal ini disebabkan oleh kebiasaan buruk seperti mendorong lidah, mengisap jari, atau ketika rahang tidak tumbuh merata. Anak yang terbiasa menghisap jari biasanya memberikan penekanan ke arah luar bagi gigi depan atas dan tekanan ke arah dalam bagi gigi depan bawah. Akibatnya posisi gigi depan jauh lebih maju dari gigi bawah, dan ada kemungkinan terjadi gigitan terbuka. Ruang terbuka antar gigi depan ini menyebabkan semua tekanan ditempatkan pada gigi belakang. Tekanan yang berlebihan dan gesekan antar gigi belakang membuat aktivitas mengunyah kurang efisien dan dapat menyebabkan keausan gigi.

Mulut yang sering menganga dapat mengering karena Anda akan terbiasa untuk bernapas lewat mulut. Bernapas lewat mulut juga dapat meningkatkan risiko masalah pernapasan lainnya. Karena mulut sering menganga maka keadaan rongga mulut pun menjadi mengering sehingga bakteri yang tinggal di dalam rongga mulut menjadi lebih banyak, yang mengakibatkan mulut menjadi berbau tak sedap.

Solusinya adalah mencari kebiasaan buruk yang sering dilakukan oleh si buah hati, sehingga penyebab dapat ditentukan, dan kemudian mengeliminasi kebiasaan tersebut. Setelah itu barulah lakukan perawatan ortodonti untuk mengkoreksi gigitan tersebut.

Sekian informasi yang bisa Saya berikan, semoga berguna

"Gigi kuat adalah awal untuk bangsa yang kuat."


13 October 2019
Alvin ramadhan bertanya :

slmt.pagi dok sy berumur 16 thn gigi saya yg belakang itu rata atas bawah, tapi gigi depan atas agak tonggos dan disamping kanan kiri gigi tonggos nya gigi agak masuk kedalam. saya jadi kurang PD dok apabila tertawa dan senyum sebaiknya saya cabut gigi diganti dgn gigi palsu atau saya harus pake behel?

drg. Benedict Natanael Sunarja menjawab:

Selamat Siang Alvin ramadhan, terima kasih atas pertanyaannya.

Gigi tonggos atau maju adalah keadaan yang cukup sulit untuk dicegah karena kebanyakan kasus gigi tonggos merupakan faktor genetik atau bawaan dari lahir. Susunan gigi rahang atas, letak normalnya adalah sekitar 2-4 mm lebih maju dibandingkan dengan susunan gigi rahang bawah. Jika gigi anda tonggos berarti bisa diasumsikan bahwa gigi anda melewati batas 2 - 4 mm terhadap rahang bawah dan disebut dengan maloklusi rahang atas atau protursi rahang atas. Untuk mengetahui seberapa parah dan tindakan yang sebaiknya di ambil, harus terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan klinis dan penunjang berupa rontgen pada gigi anda.

Gigi atau rahang gigi atas yang maju ini bagi sebagian orang memang menimbulkan rasa kurang percaya diri, untuk mengatasinya Anda bisa melakukan beberapa cara seperti :

  1. Pemasangan kawat gigi, atau behel. Tindakan ini merupakan tindakan yang paling sering disarankan dokter gigi, durasi pemakaian behel dapat berbeda pada setiap orang, tergantung tingkat kerusakan giginya.
  2. Operasi gigi atau tindakan bedah korektif. Dokter bedah gigi dan mulut akan membuang sebagian tulang kemudian rahang ditempatkan pada posisi yang benar. Sebaliknya, rahang pendek dapat diperpanjang atau dipendekkan untuk mendapatkan estetika dan fungsi wajah yang lebih baik.
  3. Alat bantu seperti invisalign. Alat bantu ini seperti jaket gigi yang ditaruh di permukaan gigi untuk merapikan dan mengkoreksi gigi yang protursi atau menonjol.

Sekian informasi yang bisa Saya berikan, semoga berguna

"Gigi kuat adalah awal untuk bangsa yang kuat."


13 October 2019
Fardian bertanya :

Dok... Kalo gusi bengkak minum apa ya dok? Tks sblmnya

drg. Benedict Natanael Sunarja menjawab:

Selamat Siang Fardian, terima kasih atas pertanyaannya.

Gusi yang bengkak bisa disebabkan oleh berbagai macam hal. Salah satu yang mungkin terjadi adalah akibat dari adanya gigi yang berlubang. Gigi berlubang atau bolong adalah keadaan gigi dimana lapisan enamel gigi kemudian dentin mengalami pengikisan yang menjadikan gigi menjadi berlubang. Hal ini menandakan adanya penumpukan bakteri pada mulut, yang akhirnya menyebabkan infeksi pada saluran saraf gigi dan berujung dengan terjadinya pembentukan abses pada gigi. Tindakan kuratif seperti perawatan saluran akar, penambalan dan pencabutan diperlukan untuk kasus seperti ini. Seringkali obat saja tidak cukup untuk mengatasi keadaan gigi yang sudah bengkak ataupun berlubang. Obat untuk menghilangkan rasa sakit atau menghilangkan bengkak dapat diberikan namun bersifat sementara. Ketika obat sudah habis, namun penyebab tidak dihilangkan maka gigi dapat kembali bengkak.

Oleh karena itu perlu dilakukan tindakan perawatan gigi. Untuk kasus Anda, Dokter gigi biasanya akan melihat terlebih dahulu detail keadaan klinis dari gigi Anda, apabila masih bagus keadaan giginya, maka dapat dilakukan penambalan atau perawatan saluran akar. Namun apabila keadaan gigi tersebut sudah tidak memungkinkan untuk dilakukan penambalan, maka kemungkinan gigi tersebut harus dicabut.

Sekian informasi yang bisa Saya berikan, semoga berguna

"Gigi kuat adalah awal untuk bangsa yang kuat."


12 October 2019
Mita Puspita bertanya :

Halo dok saya ingin tanya, jadi gigi saya berlubang lalu sering sakit bahkan giginya goyang. Apakah harus cabut gigi? Dan apakah masih bisa tumbuh lagi giginya? Umur saya sudah 19th. Sebelumnya terimakasih dok :)))

drg. Benedict Natanael Sunarja menjawab:

Selamat Siang Mita Puspita, terima kasih atas pertanyaannya.

Gigi berlubang atau kondisi dimana lapisan gigi terluar (email gigi) mengalami pengikisan, dapat menimbulkan lubang dari kecil sampai besar. Dari bagian luar saja biasanya ditandai dengan titik atau bercak hitam kecil sampai ada yang meluas mengenai lapisan dentin sampai ke jaringan saraf gigi atau pulpa. Gigi menjadi goyang karena dikhawatirkan ada infeksi sehingga timbul abses pada bagian akar gigi yang dapat merusak struktur tulang penyangga gigi sehingga gigi menjadi goyang.

Pada kasus Anda, apabila terdapat gigi yang berlubang, harus dilakukan dental rontgen terlebih dahulu. Jika masih bisa dilakukan perawatan saluran akar, maka mungkin bisa didahulukan untuk melakukan perawatan tersebut. Apabila sudah tidak dapat dilakukan perawatan saluran akar, maka bisa dilakukan pencabutan gigi.

Untuk umur 19 tahun sendiri, sudah bukan merupakan umur dimana gigi akan tumbuh kembali. Kecuali yang berlubang adalah gigi susu, maka mungkin bisa tumbuh kembali, namun apabila gigi tetap yang berlubang, maka sudah tidak dapat tumbuh kebali. Periode tanggalnya gigi susu sendiri dari usia 6 - 12 tahun. Pada usia 19 tahun, biasanya semuanya sudah merupakan gigi tetap/permanen.

Sekian informasi yang bisa Saya berikan, semoga berguna

"Gigi kuat adalah awal untuk bangsa yang kuat."


12 October 2019
Yat bertanya :

Saya sakit kepala serta sakit gigi bagian atas apa obatnya?bagaimana supaya jangan sakit berkepanjangan.

drg. Benedict Natanael Sunarja menjawab:

Selamat Siang Yat, terima kasih atas pertanyaannya.

Kepala dan wajah terdiri dari ribuan saraf serta otot-otot yang berfungsi untuk meneruskan rangsangan atau stimuli seperti rasa sakit kepada otak dan sistem saraf pusat. Pada kasus Anda, gigi yang berlubang dan mengenai saraf bisa menjadisalah satu penyebab dari rasa sakit kepala. Penyakit gigi yang tidak ditangani, rasa sakitnya tidak hanya dirasakan di sekitar wilayah rongga mulut saja. Jika tidak segera mendapatkan perawatan yang tepat, rasa sakitnya bisa bertambah intens dan terasa sampai ke bagian lain.

Gigi dapat mengalami abses akibat lubang gigi yang sudah terlalu dalam ataupun gigi yang mengalami retak, sehingga mengakibatkan peradangan hebat pada gigi ataupun pada jaringan di sekeliling gigi tersebut.

Jaringan di sekeliling gigi meliputi saraf-saraf di bagian wajah. Jika infeksi dari gigi mengenai bagian saraf wajah tersebut, maka bisa mengakibatkan rasa sakit berdenyut yang tajam, mulai dari area rahang lalu terus ke daerah samping wajah, hingga mencapai kepala.

Agar tidak merasakan sakit yang berkepanjangan maka Anda harus melakukan tindakan kuratif seperti penambalan gigi, perawatan saluran akar gigi ataupun pencabut gigi jika diperlukan.

Sekian informasi yang bisa Saya berikan, semoga berguna

"Gigi kuat adalah awal untuk bangsa yang kuat."


11 October 2019
El bertanya :

Dok.gimana saya setiap mlm gosok gigi sebelum tidur. Tapi kok gigi saya malah keropos

drg. Benedict Natanael Sunarja menjawab:

Selamat Siang El, terima kasih atas pertanyaannya.

Apabila kita sudah rajin menggosok gigi namun masih ada lubang di gigi kita mungkin ada beberapa hal yang harus kita lihat kembali seperti bagaimana cara menggosok gigi, pemilihan pasta gigi yang sesuai untuk ataupun asupan makanan dan minuman yang dikonsumsi setiap hari.

Cara menggosok gigi yang baik dan benar ada beberapa tahap seperti:

  1. Letakkan bulu sikat dengan permukaan menghadap gigi dengan sudut kemiringan 45 derajat
  2. Sikat setiap bagian gigi dimulai dari bagian yang sering dipakai untuk mengunyah.
  3. Untuk membersihkan bagian dalam dari gigi depan, posisikan sikat gigi secara vertikal dengan gerakan mengarah ke atas untuk gigi bawah dan ke bawah untuk gigi bagian atas.
  4. Ubah gerakan menjadi gerakan melingkar untuk gigi bagian belakang
  5. Durasi menyikat gigi yaitu selama 2 - 3 menit
  6. Jangan menyikat gigi terlalu keras, usahakan untuk memilih bulu sikat yang halus dan gagang sikat gigi yang flexibel.
  7. Jangan menyikat gigi dengan keras secara mendatar secara terus menerus karena dapat merusak permukaan gigi.

Saya sertakan juga beberapa tips dalam memilih pasta gigi ya,

  1. Pilihlah pasta Gigi dengan Fluoride karena fluoride adalah bahan aktif yang berfungsi untuk mencegah gigi dari kerusakan, termasuk gigi berlubang.
  2. Usahakan pilih pasta gigi dengan bahan kandung IPMP yang bisa mencegah bau mulut, karena memiliki efek anti bakterial sehingga terasa menyegarkan mulut.
  3. Pilihlah pasta gigi dengan kandungan xylitol yang dapat mencegah pembentukan plak dan gigi berlubang.

Asupan makan yang kita makan pun berpengaruh, untuk menghindari gigi berlubang kita harus berupaya untuk menjaga makanan kita dari makanan yang terlalu manis ataupun asam. Mengkonsumsi makanan yang tinggi nutrisi juga salah satu cara agar gigi tidak mudah berlubang.

Sekian informasi yang bisa Saya berikan, semoga berguna

"Gigi kuat adalah awal untuk bangsa yang kuat."

 

Showing 421 - 430 of 480